Membahas Tentang Minuman Gin

Membahas Tentang Minuman Gin

a10hydepark – Gin adalah jenis minuman yg beralkohol yg diperoleh menurut output suling yg dari menurut butir yg bernama juniper. Gin ini pula memperoleh menjadi minuman keras obat yg telah dibuatkan sang para biarawan & pula para alkemis yg terdapat pada semua penjuru Eropa, khususnya yg terdapat dikota Prancis selatan, Flanders & pula Belanda, buat menyediakan aqua vita yg dari menurut sulingan anggur & pula menurut biji-bijian.

Membahas Tentang Minuman Gin – lalu ini akan sebagai objek perdagangan yg terdapat pada bidang industri roh. Gin timbul pada Inggris sesudah sosialisasi jenever , minuman keras Belanda & Belgia yg dalam awalnya merupakan obat. Meskipun perkembangan ini sudah berlangsung semenjak awal dalam abad yg ke-17, gin ini sebagai beredar luas sesudah Revolusi Agung 1688 yg dipimpin William of Orange & pula restriksi dalam impor yg berikutnya yg akan terjadi dalam brendi Prancis.

Membahas Tentang Minuman Gin

Membahas Tentang Minuman Gin

Gin ketika ini diproduksi menggunakan cara yg tidak sama menurut aneka macam bahan herbal, sebagai akibatnya memunculkan sejumlah gaya & merek yg tidak sama. Setelah juniper, gin cenderung dibumbui menggunakan rasa botani/herbal, rempah-rempah, bunga atau butir atau acapkalikali kombinasi. Hal ini pula yg paling acapkalikali buat dikonsumsi & pula dicampur menggunakan air jenis tonik . Gin pula acapkalikali dipakai menjadi bahan dasar buat membentuk minuman beraroma berbasis gin , contohnya sloe gin , yg diproduksi secara tradisional menggunakan penambahan butir, perasa & gula.

Latar Belakang
Etimologi
Nama gin merupakan bentuk kependekan menurut istilah bahasa Inggris yg lebih tua genever , terkait menggunakan istilah Prancis genièvre & istilah Belanda jenever . Semua akhirnya dari menurut juniperus , bahasa Latin buat juniper.

Sejarah
Asal: Penyebutan abad ke-11 & ke-13
Referensi tertulis paling awal yg diketahui mengenai jenever timbul pada karya ensiklopedis abad ke-13 Der Naturen Bloeme ( Bruges ), menggunakan resep cetak paling awal buat jenever yg dari menurut karya abad ke-16 Een Constelijck Distileerboec ( Antwerp ).

Akar Gin bisa ditelusuri lebih jauh ke biarawan Benediktin abad ke-11 pada Salerno, pada Italia selatan, pada sebuah biara yg dilingkupi sang perbukitan & pohon juniper. Para biarawan ini memakai alembic berleher angsa ; jenis yg ditemukan sang Abu Musa Jabir ibn Hayyan pada Baghdad dalam akhir 700-an. Para biarawan menggunakannya buat menyaring tonik alkohol yg tajam, berapi-api, galat satunya disuling menurut anggur yg diresapi menggunakan butir juniper. Mereka menciptakan obat-obatan, maka juniper.

Sebagai ramuan obat, juniper sudah sebagai bagian krusial menurut alat-alat dokter selama berabad-abad: orang Romawi membakar cabang juniper buat pemurnian, & dokter endemi abad pertengahan mengisi paruh topeng menjijikkan mereka menggunakan juniper buat melindungi mereka menurut Black Death.. Di semua Eropa, apotek menunjukkan anggur tonik juniper buat batuk, pilek, nyeri, tegang, pecah, & kram. Ini merupakan obat yg populer. Agak terlalu populer, berdasarkan beberapa orang, yg menduga orang-orang lebih rajin minum obat daripada yg seharusnya.

Abad ke-17
Dokter Franciscus Sylvius sudah palsu dikreditkan menggunakan inovasi gin dalam pertengahan abad ke-17, meskipun eksistensi jenever dikonfirmasi pada Philip Massinger `s bermain The Duke of Milan (1623), waktu Sylvius akan sebagai kurang lebih sembilan tahun. Lebih lanjut dikatakan bahwa tentara Inggris yg menaruh dukungan pada Antwerpen melawan Spanyol dalam tahun 1585, selama Perang 80 Tahun ,

Gin, bagaimanapun, disalahkan buat aneka macam perkara sosial, & itu mungkin sebagai faktor pada taraf kematian yg lebih tinggi yg menstabilkan populasi London yg sebelumnya tumbuh. Reputasi dalam ke 2 minuman ini jua telah diilustrasikan sang seseoragn yg bernama William Hogarth pada sebuah karya ukirannya Beer Street & jua Gin Lane (1751), yg digambarkan sang BBC menjadi “poster anti-narkoba paling digdaya yg pernah dibuat.”

Reputasi negatif gin bertahan hari ini pada bahasa Inggris, pada kata misalnya gin mills atau frase Amerika gin joint buat mendeskripsikan bar yg nir bereputasi baik, atau gin-soaked buat merujuk dalam pemabuk. Kehancuran julukan bunda merupakan nama generik Inggris buat gin, yg berdari usulnya sebagai bahan perdebatan yg sedang berlangsung.

The Gin Act 1736 dikenakan pajak yg tinggi dalam pengecer & mengakibatkan kerusuhan pada jalan-jalan. Tugas embargo secara sedikit demi sedikit dikurangi & akhirnya dihapuskan dalam tahun 1742. Namun, Undang-Undang Gin 1751 lebih berhasil; itu memaksa penyuling buat menjual hanya ke pengecer berlisensi & membawa toko gin pada bawah yurisdiksi hakim lokal. Gin dalam abad ke-18 diproduksi pada pot stills , & relatif lebih anggun daripada gin London yg dikenal waktu ini.

Di London pada awal abad ke-18, banyak gin yang disuling secara legal di rumah-rumah penduduk (diperkirakan ada 1.500 penyulingan pada tahun 1726), dan sangat sering diberi rasa terpentin dengan kayu resin. Pada tahun 1913, Kamus Webster menyatakan, “” gin normal “biasanya dibumbui dengan terpentin,” tanpa komentar lebih lanjut.

Varian umum lainnya adalah distilasi dengan adanya asam sulfat. Asam itu sendiri tidak disuling, tetapi menambah rasa dietil eter pada gin yang dihasilkan. Asam sulfat mereduksi satu molekul air dari dua molekul etanol menjadi dietil eter. Dietil eter juga disuling untuk membentuk campuran azeotropik dengan etanol. Hasilnya adalah semangat yang lebih manis, yang juga memiliki efek analgesik dan memabukkan. Lihat Paracelsus.

Gin Belanda atau Belgia, juga dikenal sebagai Jenever atau Jenewa, berevolusi dari anggur malt dan sangat berbeda dari gin gaya selanjutnya. Schiedam, sebuah kota di Belanda Selatan, terkenal dengan sejarah manufakturnya. Hal yang sama berlaku untuk Hasselt di Limburg, Belgia. Gaya Oude (Lama) Jenever ini sangat populer hingga abad ke-19. Itulah mengapa disebut Gin Belanda atau Jenewa dalam panduan bartender Amerika yang populer sebelum Larangan.
Pada abad ke-18, gaya gin yang disebut Old Tom Gin muncul. Ini adalah gin gaya yang lebih halus dan lebih manis yang sering mengandung gula. Tom Gin Tua ini mulai kehilangan popularitas di abad ke-20.

Baca Juga : Restoran Italia Terbaik yang berada Di Boston

Produksi
Metode
Gin dapat secara luas dibagi menjadi tiga gaya dasar, yang mencerminkan modernisasi teknologi penyulingan dan rasa. Tumbuk fermentasi (malt) yang terbuat dari biji-bijian seperti barley disuling kembali dengan tanaman aromatik untuk mengekstrak senyawa aromatik. Gin ganda dapat dibuat dengan menyuling ulang gin pertama dengan lebih banyak herbal. Karena penggunaan alat penyuling, kandungan alkohol dari distilat relatif rendah. Sekitar 68V untuk gin suling tunggal dan 76V untuk gin ganda. Sering disimpan dalam tangki atau tong kayu, gin jenis ini mempertahankan rasa malt yang lebih berat, seperti wiski.